Sabtu, 23 April 2016

Lab 3. eBGP Peering (physical Interface) Mikrotik

Assalamualaikum

Masih semangat nih ngelabin  BGPnya, yuk kita masuk ke Lab 3. kalau sebelumnya kita ngelabin yang internal sekarang kita masuk ke external BGP. yup bila pada lab sebelumnya kita belajar mengenai internal BGP dimana itu masih masuk dalam satu AS, nah sekarang kita buat beda AS. Untuk topologi yang akan kita labkan seperti berikut ini


Untuk penjelasan network di atas kita buat topologi seperti pada network di atas kemudian kita konfigurasi ip address pada masing-masing router sesuai topologi di atas. setelah itu kita buat ubah AS number pada masing-masing router dan kita setting peernya. untuk verifikasinya pastikan status peernya sudah establish atau sudah terbentuk.

Nah setelah koneksi BGP terbentuk nanti kita buat interface loopback yang nantinya akan kita advertise ke dalam BGP networknya. dan pastikan kita bisa ping antar interface loopback di router.

Yup sekarang kita lanjut Ngelab

Konfigurasi R1

Setting IP address
[admin@R1] > ip add add add=12.12.12.1/24 interface=ether1
Setting AS number 100 pada R1
[admin@R1] > routing bgp instance set default as=100
Setting BGP peer
[admin@R1] > routing bgp peer
add name=peer1 remote-address=12.12.12.2 remote-as=200

Note. Pada settingan Peer nya kita tambahkan BGP peer, kita definisikan untuk remote address ini merupakan ip address neighbour yang terkoneksi ke router BGP kita. Karena nanti neighbour kita berada di AS yang berbeda dengan router kita maka untuk remote asnya kita definisikan AS router neighbour kita.

Konfigurasi R2

Untuk konfigurasi R2 sama seperti konfigurasi di R1 yang membedakan AS number kita bedakan dengan as Number R1, kemudian untuk setting remote-address dan remote-as kita juga seting berbeda dengan yang ada pada BGP router R1.

Setting IP address
[admin@R2] > ip add add add=12.12.12.2/24 interface=ether1
Setting AS number 200 pada R2
[admin@R2] > routing bgp instance set default as=200
Setting BGP Peer
[admin@R2] > routing bgp peer
add name=peer1 remote-address=12.12.12.1 remote-as=100

cek apakah koneksi bgp peer antar router sudah terbentuk (established) atau belum


Oke koneksi BGP Peer antar router sudah terbentuk, sekarang kita buat interface loopback di masing-masing router, fungsinya agar ip interface loopback ini di advertise kedalam network BGP.

Konfigurasi R1

Buat Interface Loopback kemudian tambahkan IP ke interface loopback
[admin@R1] > interface bridge add name=lo
[admin@R1] > ip add add add=1.1.1.1/32 interface=lo
Daftarkan network ip loopback kita ke network BGP agar di advertise
[admin@R1] > routing bgp network add network=1.1.1.1/32

Konfigurasi R2 

Buat Interface Loopback kemudian tambahkan IP ke interface loopback
[admin@R2] > interface bridge add name=lo
[admin@R1] > ip add add add=2.2.2.2/32 interface=lo
Daftarkan network ip loopback kita ke network BGP agar di advertise
[admin@R2] > routing bgp network add network=2.2.2.2/32


Verifikasi

Untuk verifikasinya kita cek routing table pada masing-masing router kemudian kita tes ping interface loopback antar router BGP


atau bisa menggunakan perintah berikut

tes ping dari R1 ke interface loopback R2

Pastikan ketika kita ping sudah reply, oke sekian tutorial Lab 3. eBGP peering melalui physical network pada mikrotik. semoga bermanfaat dan semangat ngelab :D

Lab 2. iBGP Peering (Loopback Interface) Mikrotik

Assalamualaikum

Alhamdulillah kita sampai pada lab ke 2, pada lab kali ini kita akan belajar mengenai konfigurasi dan proses iBGP Peering menggunakan interface loopback dalam satu AS number. untuk topologi yang akan kita labkan adalah seperti berikut ini

Oke mengenai penjelasan topologi diatas, nanti kita buat interface loopback di mikrotik, untuk interface loopbacknya kita setting static route atau kita bisa menggunakan dynamic routing agar bisa saling ping.

Setelah bisa ping kita setting AS number dan router-id di masing-masing router menggunakan IP loopbacknya.  baru kita buat BGP Peer pada masing-masing router.

Untuk verifikasinya nanti pastikan status BGP peering sudah establish. dan nanti kita coba buat connected network dengan menambahkan interface loopback lagi pada masing-masing router BGP. fungsinya apa? Fungsinya connected network ini nantinya yang akan diadvertise oleh BGP router. 

Wokee sekarang kita labkan

Konfigurasi IDN-R1

Setting Interface bridge untuk interface loopbacknya, kemudian konfigurasi IP address
[admin@MikroTik] > system identity set name=IDN-R1
[admin@IDN-R1] > interface bridge add name=lo
[admin@IDN-R1] > ip add add add=12.12.12.1/24 interface=ether1
[admin@IDN-R1] > ip add add add=1.1.1.1/32 interface=lo
Buat Static route di IDN-R1
[admin@IDN-R1] > ip route add dst-address=2.2.2.2/32 gateway=12.12.12.2

Konfigurasi IDN-R2

Setting Interface bridge untuk loopbacknya dan konfigrurasi IP address
[admin@MikroTik] > system identity set name=IDN-R2
[admin@IDN-R2] > interface bridge add name=lo
[admin@IDN-R2] > ip add add add=12.12.12.2/24 interface=ether1
[admin@IDN-R2] > ip add add add=2.2.2.2/32 interface=lo
Buat Static Routing di IDN-R2
[admin@IDN-R2] > ip route add dst-address=1.1.1.1/32 gateway=12.12.12.1

Note.
Static route di atas fungsinya untuk mengkoneksikan antar IP loopbacknya. bisa kita ganti dengan menggunakan dinamik routing, intinya antar loopback bisa konek dulu.

Pastikan antar loopback bisa ping dulu



Oke Selanjutnya kita setting AS number dan router-id, untuk router-id kita gunakan IP loopbacknya. setelah kita setting AS number dan router-id baru kita setting BGP peernya ke interface loopback antar router BGP

Setting AS Number dan Router ID pada masing-masing router
[admin@IDN-R1] > routing bgp instance set default as=100 router-id=1.1.1.1
[admin@IDN-R2] > routing bgp instance set default as=100 router-id=2.2.2.2
Setting BGP Peer interface loopback
[admin@IDN-R1] > routing bgp peer
add name=peer1 remote-address=2.2.2.2 remote-as=100 update-source=lo
[admin@IDN-R2] > routing bgp peer
add name=peer1 remote-address=1.1.1.1 remote-as=100 update-source=lo



Pastikan status BGP Peering sudah establish


Oke sekarang kita buat connected network, fungsinya connected network ini yang nanti akan di advertise oleh BGP router. karena pada topologi kita cuman buat 2 router. kita buat connected router dengan menggunakan interface loopback baru kemudian kita tambahkan pada ip address pada interface loopback baru yang kita buat. oke ikuti konfigurasi dibawah ini

Konfigurasi IDN-R1

Setting Interface loopback baru dan tambahkan IP address
[admin@IDN-R1] > interface bridge add name=lo2
[admin@IDN-R1] > ip add add add=11.11.11.11/32 interface=lo2
Daftarkan network connected networknya ke BGP
[admin@IDN-R1] > routing bgp network add network=11.11.11.11/32

Konfigurasi IDN-R2

Setting Interface loopback baru dan tambahakan IP address
[admin@IDN-R2] > interface bridge add name=lo2
[admin@IDN-R2] > ip add add add=22.22.22.22/32 interface=lo2

Daftarkan network connected networknya ke BGP
[admin@IDN-R2] > routing bgp network add network=22.22.22.22/32

Verifikasi

Untuk verifikasinya kita check routing table pada IDN-R1 dan IDN-R2


atau bila kita ingin melihat tabel routing secara detail bisa menggunakan perintah dibawah ini



Nah sekarang coba kita lakukan tes ping ke connected routenya


Oke sekian tutorial lab iBGP Peering melalui interface loopback pada mikrotik, semoga bermanfaat :)

Kamis, 21 April 2016

Konsep BGP

Assalamualaikum

Mengapa kita harus belajar BGP?, yup bagi Network Engineer pertanyaan ini mungkin sering muncul di kalangan kita. khususnya bila kita ingin belajar materi yang expert like MTCINE, CCIE dll.



Oke BGP (Border gateway protokol) merupakan routing protocol yang merupakan kategori EGP (Exterior Gateway Protocol). Dimana BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing skala besar dan kompleks, misal pertukaran informasi di Internet.



Pada Gambar diatas BGP termasuk kedalam protokol routing EGP atau Exteriot Gateway Protocol. BGP dimana BGP ini dia melakukan routing antar network berbeda hak otonom atau berbeda kewenangan. misal routing antara provider Indosat dengan provider Telkomsel. atau Provider kita dengan provider orang lain. dimana dalam menghubungkan antar provider ini. setiap provider harus punya nomer yang unik, yang kita kenal dengan AS (Autonomus System).

Tapi beda lho antara AS di BGP dengan AS di EIGRP. kalau di AS EIGRP bila beda area tidak bisa terhubung kecuali kalau pake Redistribution. dan AS di EIGRP bisa kita tentuin atau kita setting sendiri, karena EIGRP masih masuk ke IGP. Sementara AS di BGP diatur oleh RIR (Regional Internet Registry). jadi kita tidak boleh sembarangan mengatur atau mensetting AS BGP ya harus ijin dulu :D 

Nah BGP Merupakan routing protokol paling lambat dalam update informasi routingnya, loh kok bisa? yup dikarenakan BGP ini membawa informasi routing dalam sekala besar. wew dimaklumi lah hehe tapi kita bersyukur dengan adanya BGP kita bisa internetan, bisa facebookan dan lain-lain :v hehe.

BGP ada 2 jenis yaitu :
eBGP = BGP yang berjalan di antara router yang berbeda autonomous system (AS)
iBGP = BGP yang berjalan di antara router dalam satu AS

Atribut BGP

Bila di Routing protocol lain menggunakan matrics, tapi di BGP dia tidak menggunakan matrics. Lho kok bisa? terus pakai apa? Jadi gini BGP mengontrol trafiknya berdasarkan atribut yang dia punya bisa dikatakan BGP adalah Policy Based Routing Protocol.

Atribut di BGP apa saja ya? oke dibawah ini merupakan macam-macam atribut yang digunakan oleh BGP


Keterangan
1. well known mandatory (atribut yang harus di kenali oleh BGP ketika peering)
2. well known discretionary (atribut akan muncul bila di konfigurasikan)
3. Optional Transitive (atribute yang bila tidak dikenali maka akan di lewatkan)
4. Optional Non-Transitive (bila atribute tidak dikenali akan di drop)

BGP Message Type

Paket-paket pembentukan sesi BGP untuk membentuk dan mempertahankan sesi BGP dengan router BGP lainnnya ada 4 seperti berikut ini :

1. Open
Merupakan paket pembuka yang dikirimkan ke router tetanga untuk membangun sebuah sesi (establish) komunikasi antara BGP router. Nah paket pembuka ini berupa AS (Autonomus Number), router ID dan Hold Time.

2. Update
Merupakan paket atau message yang membawa informasi routing antara peer, seperti route yang ditarik dan attribute path

3. Keepalive
Merupakan paket yang dikirimkan secara periodik oleh kedua buah router yang peering.

4. Notification Message
Paket ini bertugas menginformasikan error berupa message yang dikirimkan ke neighbour.

Neighbour State

Merupakan pesan status dalam BGP yang meliputi
1. Iddle = neighbour tidak merespon
2. Active = mencoba untuk terhubung
3. Connect = sesi TCP telah dibangun (establish)
4. Open Sent = Open message telah dikirim
5. Open Confirm = Respon di terima
6. Establish = BGP terhubung dengan neighbour

Oke, sekian dulu mengenai artikel Konsep BGP ini semoga bermanfaat :D 

Lab 1. iBGP Peering (Physical Interface) Mikrotik

Assalamualaikum 

Alhamdulillah pada kali ini saya akan berbagi tutorial lab mengenai Internal BGP Peering Physical Interface menggunakan mikrotik. yup sebelum kita belajar lab BGP tentunya kita sudah pernah belajar mengenai BGP itu sendiri, apa sih BGP? kenapa kita harus belajar BGP? untuk keterangannya kita bisa baca artikel berikut ini Mengapa kita harus belajar BGP.


Oke sekarang kita lanjut ke materi Internal BGP Peering, kenapa internal bgp peering? mengapa kita perlu membuat internal BGP peering? yup untuk bertukar BGP route antar router BGP sebelumnya antar router bgp itu harus terbentuk koneksi TCP dulu atau bisa diartikan harus sama-sama bisa ngobrol dulu agar bisa melakukan BGP peering. 

Nah Setelah bisa ngobrol atau koneksi TCP terbentuk, baru router akan memulai komunikasi dengan bertukar informasi. Informasinya apa saja? informasi disini seperti router-id, versi BGP, AS number, Hold Time (waktu konek) dll. Nah tahapan ini disebut juga dengan Open Message. setelah parameter di atas terpenuhi dan di sesuaikan dengan router sebelahnya kemudian di setujui atar BGP peer, maka router sudah siap untuk bertukar informasi routing table melalui tahap BGP update message. Nah pada tutorial kali ini kira akan belajar mengkonfigurasi dan memahami proses BGP Peering dalam satu AS yang sama. 

Oke untuk labnya kita buat topologi seperti pada gambar diatas, kemudian kita konfigurasi BGP instance dan BGP peeringnya, untuk verifikasi pastikan status BGP sudah establish, dan kita coba table routing dan lakukan ping antar IP loopback yang di advertise melalui iBGP.

Konfigurasi rb-1

Konfigurasi Identity
[admin@MikroTik] > system identity set name=rb-1

Konfigurasi IP Address
[admin@rb-1] > ip add add add=12.12.12.1/24 interface=ether1

Konfigurasi BGP Instance
Sebelum kita konfigurasi instance kita check BGP instance kita 

[admin@rb-1] > routing bgp instance print
Flags: * - default, X - disabled
 0 *  name="default" as=65530 router-id=0.0.0.0 redistribute-connected=no redistribute-static=no
      redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=""
      client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=""

Secara default di BGP instance kita sudah ada konfigurasi instance "default" dengan default AS=65530. nah disini kita ubah AS di instance default

[admin@rb-1] > routing bgp instance set default as=100

Konfigurasi Peer
Untuk menghubungkan 2 buah Router BGP peering kita hanya perlu menambahkan konfigurasi Routing BGP Peer di masing-masing router yang akan melakukan peering.
[admin@rb-1] > routing bgp peer add name=peer1 remote-address=12.12.12.2 remote-as=100
Nah sebelumnya kita check dulu koneksi BGP peer pada rb-1, untuk melihat perbedaannya

[admin@rb-1] > routing bgp peer print status
Flags: X - disabled, E - established
 0   name="peer1" instance=default remote-address=12.12.12.2 remote-as=100 tcp-md5-key=""
     nexthop-choice=default multihop=no route-reflect=no hold-time=3m ttl=255 in-filter=""
     out-filter="" address-families=ip default-originate=never remove-private-as=no
     as-override=no passive=no use-bfd=no state=active

Nah pada verifikasi di atas kita bisa melihat statusnya masih active

Konfigurasi rb-2

Konfigurasi Identity
[admin@MikroTik] > system identity set name=rb-2

Konfigurasi IP Address
[admin@rb-2] > ip add add add=12.12.12.2/24 interface=ether1

Konfigurasi BGP Instance
[admin@rb-2] > routing bgp instance set default as=100

Konfigurasi Peer
[admin@rb-2] > routing bgp peer add name=peer1 remote-address=12.12.12.1 remote-as=100

Verifikasi

Sekarang kita cek ulang koneksi BGPnya

[admin@rb-1] > routing bgp peer print status
Flags: X - disabled, E - established
 0 E name="peer1" instance=default remote-address=12.12.12.2 remote-as=100 tcp-md5-key=""
     nexthop-choice=default multihop=no route-reflect=no hold-time=3m ttl=255 in-filter=""
     out-filter="" address-families=ip default-originate=never remove-private-as=no
     as-override=no passive=no use-bfd=no remote-id=12.12.12.2 local-address=12.12.12.1
     uptime=49s prefix-count=0 updates-sent=0 updates-received=0 withdrawn-sent=0
     withdrawn-received=0 remote-hold-time=3m used-hold-time=3m used-keepalive-time=1m
     refresh-capability=yes as4-capability=yes state=established

Oke kita perhatikan verifikasi diatas, koneksi BGP sudah terbentuk ditandai dengan status establish (state=establish) dengan waktu konek (hold-time) 3 menit. kemudian ada parameter prefix-count, maksudnya itu merupakan jumlah prefix yang diterima oleh pasangan router BGP peernya.

Nb. untuk prefix count bisa berubah atau berkurang sewaktu-waktu tergantung pada prefix yang diadvertise oleh peeringnya.


Sekarang misalnya disini seolah-olah kita akan mengadvertise network internal kita melalui BGP. oke kita buat interface loopbacknya di masing-masing router.

rb-1
Buat loopback dan konfigurasi IP loopback
[admin@rb-1] > interface bridge add name=lo
[admin@rb-1] > ip add add add=1.1.1.1/32 interface=lo
Advertise kedalam network BGP, anggap network dari loopback ini adalah network internal kita
[admin@rb-1] > routing bgp network add network=1.1.1.1/32

rb-2
Buat loopback dan konfigurasi IP loopback
[admin@rb-2] > interface bridge add name=lo
[admin@rb-2] > ip add add add=2.2.2.2/32 interface=lo
Advertise kedalam network BGP
[admin@rb-2] > routing bgp network add network=2.2.2.2/32
Verifikasi
Pengecekan table routing pada rb-1

[admin@R1] > ip route print detail where dst-address=2.2.2.2/32
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 1 ADb  dst-address=2.2.2.2/32 gateway=12.12.12.2 gateway-status=12.12.12.2 reachable via  ether1
        distance=200 scope=40 target-scope=30 bgp-local-pref=100 bgp-origin=igp
        received-from=peer1

Pengecekan table routing pada rb-2
[admin@R2] > ip route print detail where dst-address=1.1.1.1/32
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 0 ADb  dst-address=1.1.1.1/32 gateway=12.12.12.1 gateway-status=12.12.12.1 reachable via  ether1
        distance=200 scope=40 target-scope=30 bgp-local-pref=100 bgp-origin=igp received-from=peer1

Atau bisa juga dengan pengecekan di table routing
[admin@R1] > ip route print
Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,
B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  1.1.1.1/32             1.1.1.1               lo                          0
 1 ADb  2.2.2.2/32              12.12.12.2                                      200
 2 ADC  12.12.12.0/24        12.12.12.1         ether1                    0

Oke sekian tutorial mengenai konfigurasi iBGP Peering (physical Interface) pada MIkrotik. Semoga bisa bermanfaat :D

Selasa, 19 April 2016

Qemu Mikrotik on GNS3 - UPDATE

Assalamualaikum

Jumpa lagi dengan ane, yak akhir-akhir ini mungkin saatnya corat-coret di blog biar rame, hehe
kalau sebelumnya kita kalau mau belajar mikrotik harus punya perangkatnya, tapi sekarang kita bisa belajar mikrotik tanpa perangkat dengan menggunakan software simulator yang namanya GNS3.


Nah GNS3 ini selain membantu kita menjalankan simulator mikrotik juga bisa digunakan untuk mendesign topologi jaringan. selain itu dengan menggunakan GNS3 semua vendor jaringan seperti Cisco, Mikrotik dan Juniper bisa running bebarengan, wew kebayang kan bagaimana serunya pakai aplikasi ini :D

woke bagi sobat sobat yang mau download GNS3 bisa klik disini

selain itu kita juga harus menyiapkan file ISO Mikrotiknya ya, bila belum punya file isonya bisa download disini

Instalasi

Yup,, it's time for ngelab :v

acara ngelab bareng di IDN Semarang :D


Install GNS3

Untuk instalalsi GNS3nya mudah kok tinggal klak klik aja hehe, next next dan next, kemudian nanti bila diminta nginstall paketnya seperti wireshark atau solarwin. gak usah di checklis, ntar download lagi dan membuat instalasi gns3 kita jadi lama :v hehe

kita bisa menggunakan software untuk menjalankan mikrotiknya seperti virtual box, VMware, dan qemu. berikut ini merupakan perbedaan masing-masing software


Buat file image mikrotik


Nah setelah kita selesai menginstall simulator GNS3. Sebelumnya untuk menjalankan mikrotiknya sendiri kita bisa menggunakan berbagai macam program aplikasi seperti virtualbox, VMware dan qemu, cuman pada lab kali ini kita akan menggunakan qemu saja soale paling ringan hehe :D

Karena kita nanti akan menggunakan qemu. maka kita buat atau kita rubah dulu file iso mikrotik menjadi file image. berikut ini adalah langkah-langkah membuat file image mikrotik menggunakan Command prompt:

1. Copy file iso mikrotik yang tadi kita download ke dalam folder qemu dalam instalasi GNS3.
C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0

karena nanti ada 2 versi qemu di dalam folder GNS3nya


Kita bisa mengcopykannya di dalam salah satu folder qemu, tapi saya disini menggunakan versi qemu-2.4.0.

2. Buka CMD run as Administrator dan masuk ke folder qemu menggunakan command di cmd
C:\Users\candra> cd C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0
3. Buat file image "mikrotik.img" dengan mengetikan perintah berikut ini
C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0> qemu-img.exe create -f qcow2 mikrotik.img 128M
Bila berhasil maka nanti akan muncul output seperti pada gambar dibawah ini
Formatting 'mikrotik.img', fmt=qcow2 size=134217728 encription=off cluster_size=0 lazy_refcounts=off refcount_bits=16


4. Install mikrotik.iso kedalam mikrotik.img

Sebelumnya disini ada 2 versi, 32 bit dan 64 bit ini tinggal nyesuain aja mikrotik.img nantinya mau di jadiin pake arsitektur berapa (nyesuain di leptop)

32 bit 
C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0>qemu-system-i386w.exe mikrotik.img -boot d -cdrom mikrotik-6.40.5.iso

64 bit 
C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0>qemu-system-x86_642.exe mikrotik.img -boot d -cdrom mikrotik-6.40.5.iso
Pada command di atas pilih salah satu aja, kemudian setelah di eksekusi akan muncul popup Qemu seperti pada gambar dibawah ini

kita tunggu saja proses qemunya dan nanti akan muncul instalasi mikrotiknya seperti pada gambar dibawah ini


Misal disini kita akan menginstall semua paket mikrotiknya bisa mengetikan "a" kemudian kita ketikan "i" untuk install

Maka nanti akan muncul pertanyaan Do you want ... kita ketikan y dan ketikan y lagi untuk melanjutkan


5. Tunggu proses installasinya


Bila installasinya telah selsesai kita close qemu, dan untuk mengeceknya kita bisa menjalankan mikrotik.img melalui qemu. dengan mengetikan perintah berikut ini pada cmd

32 bit 
C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0>qemu-system-i386w.exe mikrotik.img -boot c

64 bit
C:\Program Files\GNS3\qemu-2.4.0>qemu-system-x86_642.exe mikrotik.img -boot c

Bila berhasil maka nanti akan muncul jendela qemu lagi dan sudah bisa muncul tampilan login mikrotiknya.


Oke setelah tampilan login keluar kita close qemu kemudian kita search di windows explorer file image yang kita buat kemudian kita pindahkan file .img yang tadi kita buat ke folder yang mudah kita cari.


Put file mikrotik.img to QEMU on GNS3

Sekarang kita masukan file mikrotik.img yang tadi kita buat ke qemu di GNS3, oke kita ikuti step by step berikut ini

Kita buka GNS3 (recommended to open using Run as administrator)

Load Qemu on GNS3
Edit > Preferences > Qemu VMS > New
Buat nama routernya


Setting RAM untuk router yang akan kita buat


Masukan file .img yang tadi kita buat

 Untuk menambahkan adapter klik router yang akan kita setting di qemu vms kemudian klik edit > Network> adapter


Oke mikrotik qemunya sudah 


Verifikasi
untuk verifikasinya bisa kita coba menjalankan router yang tadi kita buat seperti berikut ini

Selanjutnya kita run dengan cara mengeklik logo Start warna hijau di samping icon pause dan stop. dan bila router kita sudah running maka pada topology summary akan terlihat tanda warna hijau 


Oke sekarang kita coba lakukan config di router dengan cara klik kanan pada router>console
maka nanti akan muncul tampilan login mikrotiknya

Oke sekian tutorial lab dari saya semoga bermanfaat :D 

Minggu, 17 April 2016

Cara Mengkoneksikan Mikrotik ke Internet

Assalamu'alaikum

ketemu lagi dengan ane, hehe ngebut ni bikin coretan-coretan baru, oke kali ini ane mau sharing mengenai tutorial cara mengkoneksikan mikrotik ke internet, mungkin sebelumnya kita pernah mencoba mengkoneksikan router kita ke internet. tapi dari kita mungkin ada yang masih bingung caranya mengkoneksikannya gimana, Oke gpp woles ae, hehe kita sama-sama belajar kok :D  untuk topologi yang nantinya kita labkan seperti pada gambar dibawah ini




yup langsung saja kita ke tkp...

1. Pertama setting IP pada pc dan pada mikrotik

Setting IP pada routerboard
IP > Address > Address List > +

kita masukan address IP, network dan Interface di mikrotik mana yang terhubung ke leptop



Setting IP pada Windows


pastikan dari leptop sudah bisa ping ke 192.168.100.1, dan sebaliknya dari router bisa ping ke host

2. Sekarang setting interface wlan1di mikrotiknya.
wireless > interface > kita enable kan interface wlanya


3. Buat security profile di routerboard kita
wireless > Security Profiles > +

Kita buat security profile misal dengan nama "inet" kemudian untuk passwordnya kita sesuaikan dengan password AP IDN-Training



4. Setting wireless mode station, kemudian kita lakukan scan koneksi AP
wireless > Interface > wlan1 > wireless

ubah modenya ke mode station
kemudian kita lakukan Scan, Pada jendela scanner kita pilih interface mana, karena kita nantinya dari router ke AP menggunakan wireless maka disini kita gunakan wlan1, kita klik start

Maka nanti akan muncul atau terdiscover semua ssid, kita klik IDN-Training kemudian kita klik Connect


kemudian kita tambahakn security profile yang tadi kita buat
untuk melihat apakah wireless kita sudah terkoneksi atau belum kita bisa melihat indikasinya pada jendela wireless > interfaces
bila sudah terkoneksi maka nanti akan muncul huruf "R"  yang artinya (Running) dan nanti akan muncul MAC Address seperti pada gambar dibawah ini



5. Buat DHCP Client di Routerboard Mikrotik
IP > DHCP Client > +

kita sesuaikan interface yang akan di ajakan server


Pastikan ketika kita sudah selesai membuat dhcp di Linux, di wondows juga ada file emulatornya


6. Setting NAT di firewall
IP > firewall > NAT > + untuk membuat




Sekarang kita buat NATnya
untuk chainnya kita gunakan srcnat, trus pas di out interface kita bisa memilih wlan1, disini kita akan koneksikan router kita ke internet melalui wireless.

Sementara untuk Actionnya kita pilih masquerade




7. Setting DNS pada Routerboard mikrotik
untuk setting DNS di router kita bisa masuk ke IP > DNS > DNS Settings




Kita check list Allow Remote Requests


Verifikasi
Oke sekarang kita akan mengecek konfigurasi mengkoneksikan rb mikrotik kita ke internet. untuk verifikasinya kita bisa menggunakan tool di mikrotik, bisa juga menggunakan terminal

Disini kita akan menggunakan tool Ping pada mikrotik



Verifikasi melalui Windows

sekararng kita coba untuk mengakses browser di windows


Yak oke, mungkin segitu dulu tutorial yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat dan menambah wawasan

Wassalamu'alaikum




luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com