Minggu, 24 Januari 2016

Agar Ibadah dan Amal yang Kita Kerjakan Tidak Sia-Sia

Assalamualaikum kawan :) Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita bertemu kembali. Sebuah nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Pada kesempatan kali ini saya mau share kajian dari Ustadz Abdullah Zaen, MA yang berjudul "Agar Ibadah dan Amal Tidak Sia-Sia" 


Ketika kita beribadah kepada Allah, yang kita inginkan adalah agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT. tapi sadarkah kita bahwa tidak semua amal dan ibadah yang kita kerjakan diterima oleh Allah SWT.

Kita perlu berusaha
Oleh karena itu, kita perlu berusaha bagaimana caranya agar amalan atau ibadah yang kita kerjakan diterima oleh Allah SWT. Karena masalah diterima tidaknya ibadah yang kita kerjakan tergantung Allah SWT

Selain itu kita juga tidak boleh mengkritik amalan yang dikerjakan oleh orang lain
Karena kita belum tau ibadah yang kita kerjakan diterima oleh Allah atau tidak.

Ketika Allah SWT menggariskan sebuah perkara ibadah, Allah juga mengariskan tata cara perkara ibadah tersebut. Agar kita bisa mengikuti perkara dalam ibadah tersebut kita juga harus mengikuti aturan tata cara yang telah digariskan oleh Allah

Kita boleh berinovasi dalam perkara dunia, tetapi kita tidak boleh berinovasi dalam perkara agama
Karena kita sebagai seorang muslim di tuntut untuk sami'na wa ato' na, yaitu mengikuti apa yang digariskan oleh Rasulullah SAW dalam perkara ibadah.
'
Ibadah atau amalan yang kita kerjakan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW
Dalam hadis yang sohih yang di riwayatkan oleh imam muslim
"Barang siapa yang melakukan amalan, yang tidak ada contohnya dariku. Maka amalannya akan ditolak"

Ikhlas dalam beribadah
Allah SWT berfirman dalam surah Al Bayinah ayat 5 
"Kita tidak diperintahkan oleh Allah kecuali untuk mengikhlaskan ibadah kita hanya untuk-Nya"
Dalam artian disini kita harus ikhlas kepada Allah dalam beribadah atau melakukan amalan lainnya.

Ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah, dua syarat ini yang menjadikan ibadah kita diterima oleh Allah.

Dan semoga ibadah yang kita kerjakan diterima oleh Allah SWT.

Referensi
Ustadz Abdullah Zaen, MA - Agar Ibadah dan Amal Tidak Sia-Sia


Sabtu, 23 Januari 2016

Dosa Kecil Cukup Mendatangkan Siksa Kubur.

Assalamualaikum kawan, alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya akan posting kajian dari Ustadz DR Khalid Basalamah, MA. mengenai Dosa Kecil Cukup Mendatangkan Siksa Kubur.
"Sekecil apapun dosa itu cukup untuk mendatangkan siksa kubur, walaupun belum tentu dia masuk kedalam api neraka"

Kisah masyur yang berhubungan dengan ini adalah kisah Khalifah Utsman bin Affan RA yang pernah menziarahi kuburan, lalu beliau terisak-isak menangis seperti anak kecil, lalu teman-teman beliau berkata " Wahai amirul mukminin, kenapa anda menangis melihat kuburan padahal Nabi SAW menjamin kepada Anda surga".
Dengan bijak Utsman bin Affan menjawab "Rasulullah SAW menjamin buat saya surga, tapi tidak menjamin saya selamat dari siksa kubur".
 
Maka pemahaman yang dikeluarkan oleh para ulama tentang dosa sekecil apapun udah cukup untuk membuat adanya siksa kubur, itu karena pernyataan Utsman bin Affan yang menyebutkan statement tadi.
"Oleh karena itu kita sebagai seorang muslim janganlah menunda-nunda untuk minta maaf kepada orang lain, mengembalikan haknya orang lain dan jangan pernah menganggap remeh dosa2 lain"
Jangan anggap remeh dosa-dosa kecil
Misalnya masalah tidak cebok saat kencing, masalah kecil inilah yang banyak orang menganggap remeh sehingga merupakan salah satu azab kubur. 

Para ulama-ulama di Iraq sering ngumpul membicarakan hal yang menurut orang awam dianggap biasa. tetapi memiliki bobot yang besar. 
Nabi SAW Bersabda "Barang siapa bertawadu kepada Allah, merendah karena Allah. Maka Allah akan mengangkat derajatnya" HR imam Ahmad dan Abu Daud. 
Mengenai sabda rasul diatas semua ulama pada saat itu mendefinisikan pendapatnya masing-masing sampai pada giliran Hasan Basri. 

Maka Hasan Basri menjawab "Jangan kau lihat siapapun musuh muslim didepan matamu, kecuali kau sudah langsung menanamkan pada dirimu kalau dia lebih baik daripada kamu"
Mau apapun orang yang kita lihat anggpalah dia lebih baik dari dirikita, sehingga tidak akan ada celah untuk menganggap dirikita lebih baik.
Hadis sohih mengatakan: "siapa dalam hatinya terdapat kesombongan seperti biji sawi, maka tidak akan mencium bau surga"
Imam Bukhori pernah berhenti berburu hanya karena melihat anak panahnya meleset dan mengenai pagar tetangganya, lalu dia memanggil pembantunya dan mengatakan "Sampaikan kepada teman-teman bahwa saya tidak jadi memanah dan saya tidak jadi berburu dan sampaikan kepada tetangga kalau Bukhori minta maaf." Dalam pelajaran ini dapat kita ambil pelajaran yaitu Segeralah untuk meminta maaf.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati sekecil apapun dosa jangan pernah kita anggap remeh dan jangan pernah kita siapkan musuh pada hari kiamat. Azab kubur datang kepada siapapun karena punya dosa, dan dosa tersebut ada hubungannya dengan Allah SWT dan ada hubungannya dengan makhluk.

Kalau dosa yang kita perbuat berhubungan dengan Allah, kita bertaubat kepada Allah. Allah maha pemurah Dia akan menerima taubat hambanya asal kita ikhlas. Tetapi kalau berhubungan dengan makhluk selain kita harus bertaubat kepada Allah kita juga harus meminta maaf kepada orangnya.

Referensi 
Ustadz DR Khalid Basalamah, MA. - Dosa Kecil Cukup Mendatangkan Siksa Kubur. 


Jumat, 22 Januari 2016

Bahagia dengan Membahagiakan Orang Lain

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia ini dengan kenikmatan dan kebahagiaan yang Allah berikan kepada kita. Semoga senantiasa kita selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Alhamdulillah saya diberi kenikmatan dan kemudahan oleh Allah SWT sehingga saya dapat berbagi Nasihat dari kajian yang saya dengarkan yang berjudul "Nasihat Islami: Bahagia dengan Membahagiakan Orang Lain".  oleh Ustadz Firanda Andirja, MA.

Sebagian Orang telah diberi kemudahan dalam melakukan sesuatu hal oleh Allah SWT. Allah telah menunjukan kiat-kiat kebahagiaan. Namun mereka tidak merasakan kebahagiaan. Karena terbukti kebahagiaan tersebut tidak bisa kita ukur dengan harta, kemewahan, dan ketenaran. Akan tetapi ada perkara-perkara lain yang dapat memberikan kebahagaiaan kedalam diri kita.


Rasulullah SAW menjelaskan dalam suatu hadis "Amalan yang paling dicintai Allah SWT yaitu rasa senang yang kau masukan kedalam hati seorang muslim, atau kau hilangkan rasa laparnya, atau kau lunaskan huteng-hutangnya, atau kau hilangkan kesulitannya"

Kemudian Rasulullah SAW berkata "Sesungguhnya aku menemani saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya lebih aku sukai daripada aku iktikaf di Masjid Nabawa selama satu bulan"

Subahanallah, Nabi Muhammad lebih memilih menemani saudaranya untuk memenuhi kebutuhannya ketimbang beliau iktikaf di Masjid Nabawi selama satu bulan. Mengapa demikian? bukankah iktikaf di Masjid itu lebih baik?? Karena menolong orang lain, menyenangkan hati orang lain, menghilangkan rasa laparnya, membantunya mengatasi kesulitan merupakan amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. dan amalan inilah, Allah akan memasukan kebahagiaan kedalam hati pelakunya.

Jadi apabila kita membantu orang lain, memasukan kebahagiaan kepada hati orang lain, maka Allah akan membalas kebaikan yang kita lakukan yaitu dengan cara Allah memasukan kebahagiaan kedalam hati kita

Ada seorang sahabat yang menemui Nabi Muhammad SAW, kemudian dia bercerita kepada Nabi Muhammad SAW tentang keluhan kerasnya hatinya, dia tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam hatinya. Maka Nabi SAW berkata " Jika kau ingin hatimu menjadi lembut, bahagia, menjadi tenang, maka berikanlah makanan kepada fakir miskin, dan usaplah tanganmu dikepala anak yatim"

Disini kita berfikir dengan perkataan Nabi SAW mengenai hubungan kebahagiaan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin dan mengusap tangan kita ke kepala anak yatim. Bahwasanya sesuatu balasan sesuai dengan alam yang hamba kerjakan. Jika seseorang memasukan kesenangan ke dalam hati orang lain, memasukan kebahagiaan kedalam hati orang lain. Maka Allah akan masukan kesenangan dan kebahagiaan kedalam dirinya.

Oleh sebab itu kita dapati perjuangan seorang yang pergi jauh-jauh meninggalkan rumahnya untuk membantu seorang muslim, berjuang keras, bekerja keras, bahkan sampai berletih-letih untuk membantu kaum muslimin dan tidak mendapatkan sepeserpun. tapi dia tidak merasakan capek karena apa? dan kenapa dia melakukan itu semua? karena ada kebahagiaan dalam hatinya, dan Allah masukan kebahagiaan kedalam hatinya.

Orang yang paling bahagia didunia adalah Rasulullah SAW, karena dia yang paling memikirkan ingin membahagiakan orang lain. Allah SWT berkata "Rasulullah SAW merasa berat, apa yang memberatkan kalian, dan apa yang memberatkan kaum muslimin Nabi merasakan. 

Oleh karena itu Khadijah RA pernah berkata kepada Nabi Muhammad SAW dalam sahih Bukhori "Sekali-kali tidak, bergembiralah wahai suamiku, Allah tidak akan menghinakan engkau. karena engkau senantiasa berkata jujur, engkau senantiasa menyambung tali silaturahmi, engkau senantiasa membantu orang ynag belum bisa mandiri, engkau selalu bekerja dan hasilnya engkau berikan kepada orang lain yang membutuhkan, engkau memuliakan tamu, dan engkau membantu orang yang terkena musibah" ini merupakan sifat dasar nabi dan bagaimana Nabi membahagiakan orang lain.

Oleh sebab itu kita sebagai seorang muslim yang diberi kelebihan harta, sumbangkanlah harta kita kepada orang lain yang membutuhkan, masukanlah kebahagiaan kepada mereka niscaya Allah akan berikan kebahagiaan kepada Kita. dan kita harus percaya bahwasanya balasan sesuai dengan amal yang kita kerjakan.

Sekian catatan saya mengenai kajian dari Ustad Firanda Andirja, MA. tentang Bahagia dengan Membahagiakan Orang Lain. Semoga bermanfaat bagi kita semua

Referensi
Nasehat Islami: Bahagia dengan Membahagiakan Orang Lain - Ustadz Firanda Andirja, MA



Kamis, 21 Januari 2016

Siapa Manusia yang Paling Allah Cinta?

Assalamualaikum kawan, apa kabar hari ini semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, kenikmatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat amin :)


Di pagi yang cerah ini saya mau sharing mengenai "Siapa Manusia yang Paling Allah Cinta?" kita semua ingin dicintai Allah, kita semua ingin dicintai rab pencipta Alam semesta dan isinya yang begitu indah. Sehingga kehidupan orang yang dicintai Allah penuh dengan kebahagiaan. Kita sebagai seorang muslim tentunya kita harus tau dan harus berfikir bagaimana agar kita bisa dicintai Allah.

Ada salah seorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW, kemudian dia bertanya kepada beliau "Wahai Nabi, siapa manusia yang paling dicintai Allah?".

Kemudian Rasulullah SAW menjawab :"Manusia yang dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya" dia memberi manfaat baik itu kepada sekitarnya, kepada orang lain, kepada masyarakat, tetangganya bahkan keluaraganya.

Terkadang kita juga berfikir bahwa manfaat yang kita berikan hanyalah manfaat yang bersifat duniawi. Padahal manfaat yang paling besar adalah bagaimana kita bisa memberi manfaat bagi saudara kita agar terhindar dari panasnya api Neraka, misalnya kita mengajak dia keluar dari cahaya kegelapan menuju cahaya islam, dari berbuat syirik, musyrik menuju cahaya tauhid.

Selain manfaat dunia lainnya. Kita juga sebagai seorang muslim yang tentunya ingin dicintai Allah kita harus tau mana yang harus kita dahulukan dalam memberi manfaat kepada orang lain. dan kita juga harus berfikir kira-kira manfaat apa yang kita berikan kepada orang lain. Bukan karena kita nanti mengharapkan ganjaran dari orang itu. tetapi karena kita ingin menjadi manusia yang paling dicintai Allah.

Orang tua kita juga berfikir bagaimana memberikan manfaat kepada anak-anaknya, dengan cara memberikan manfaat begaimana anak bisa sukses, bisa berhasil dan seterusnya. Sebelumnya orang tua juga berfikir bagaimana memberikan manfaat agar anak terhindar dari api Neraka dan memasukan anak ke Surga Allah.

Sesungguhnya Allah berfirman "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api Neraka"

Semoga manfaat yang kita berikan kepada saudara kita yang lain bisa menyelamatkannya dari panasnya api Neraka. Amin ya robal alamin


Sekian catatan pagi ini semoga bermanfaat bagi kita semua :)

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Referensi:
Kajian Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah, MA - Siapa Manusia yang Paling Allah Cinta?

luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com